Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

ASPAGELboy's Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Pria Ini Bikin Reaktor Nuklir di Dapur

Pihak berwajib menangkap pria yang berusaha membuat reaktor nuklir sendiri di dapur rumahnya di Angelholm, Swedia. Polisi bergerak setelah pria itu menghubungi badan otoritas nuklir Swedia untuk menanyakan apakah diperbolehkan membuat reaktor nuklir sendiri di rumah.
Read More... Share

Selasa, 05 Juli 2011

RI Rawan Bencana Asteroid, Ini Kata LAPAN

Pada Jumat 30 April 2010, sebuah meteorit jatuh di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Terdengar ledakan dahsyat, saat pecahan asteroid yang lolos dari perisai Bumi itu menimpa rumah milik Sudarmojo di Jalan Delima VI Gang 2. Hingga rusak parah.

Sebelumnya, sebuah meteorit berukuran 10 meter, berkekuatan setara 50.000 ton bahan peledak TNT -- berkali lipat kekuatan bom atom Hiroshima -- meledak di langit Bone, Sulawesi Selatan. Tepatnya pada 8 Oktober 2009. Asteroid itu adalah yang terbesar yang nyelonong masuk Bumi dalam satu dekade. Bahkan seperti dimuat Space.com, fenomena ini masuk di antara sembilan sejarah astronomi penting dunia yang terjadi pada 2009.

Dua fenomena itu cukup menjadi bukti rentannya Indonesia terhadap jatuhnya benda-benda langit. Itu belum termasuk struktur batu yang mengepung Kota Majalengka yang diduga hasil tumbukan meteorit.

Baru-baru ini, hasil kajian University of Southampton menempatkan Indonesia dalam daftar 10 negara paling berisiko terkena dampak tubrukan asteroid. Sembilan lainnya adalah, China,  India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brazil, dan Nigeria. Salah satu alasan, populasi penduduk di Indonesia berpotensi berkurang drastis jika terjadi tubrukan asteroid.

Menanggapi hasil penelitian itu, Profesor riset astronomi-astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan, hasil model dampak tumbukan asteroid seperti yang dihasilkan University Southamton harus dipahami secara cermat. "Pada prinsipnya semua negara berpotensi sama dalam hal kemungkinan kejatuhan asteroid," kata dia kepada VIVAnews.com, Kamis 30 Juni 2011.

Bedanya, dampak dari peristiwa itu tergantung dari kondisi masing-masing negara. "Antara lain, geografis dan sebaran penduduk," tambah Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN itu.

Bagaimana dengan Indonesia? "Indonesia dan negara-negara pantai sangat rentan terhadap tsunami dampak dari tumbukan tersebut," kata Thomas.

LAPAN sebagai lembaga antariksa, tambah dia, tak ketinggalan memantau potensi tumbukan asteroid di Indonesia, dengan memanfaatkan data internasional. "Hanya sedikit negara yang membangun sendiri sistem pemantau asteroid karena sangat mahal biaya alat dan operasionalnya," kata Thhomas. 'Sementara kemanfaatannya lebih bersifat global."..nasional.vivanews.com
Read More... Share

Terungkap, Durasi 1 Hari di Planet Neptunus

Dengan melacak beberapa fitur tertentu di atmosfir, peneliti berhasil melakukan pengukuran akurat pertama terhadap periode rotasi planet Neptunus. Ternyata, satu hari di planet itu berlangsung tepat selama 15 jam, 57 menit dan 59 detik.

Temuan ini memperkaya pengetahuan kita seputar hal yang fundamental di Neptunus dan menyediakan pula mekanisme untuk memahami bagaimana massa planet itu didistribusikan. Seperti diketahui, Neptunus merupakan planet raksasa yang terbuat dari gas.

Neptunus memiliki dua fitur yang memungkinkan untuk dipantau oleh Hubble Space Telescope yang tampaknya mengatur rotasi interior dari planet tersebut,” kata Erich Karkoschka, ilmuwan dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, seperti dikutip dari Cosmos Magazine, 4 Juli 2011.

Fitur seperti ini, Karkoschka menyebutkan, tidak pernah dijumpai di planet gas raksasa lainnya.

Untuk mencari tahu berapa durasi satu hari di planet itu, Karkoschka mengukur putaran Neptunus dengan mengamati dua fitur yang terlihat mata milik atmosfir planet tersebut. Ia kemudian mengukur garis bujur di antara setiap gambar yang ditangkap lalu menentukan interval waktu antara observasi dan menyediakan informasi periode putaran.

Berhubung Neptunus telah berotasi sekitar 10 ribu kali dalam 20 tahun terakhir, Karkoschka dapat mengetahui secara akurat periode putaran dengan melacak fitur-fitur ini dalam jangka waktu tersebut.

Hasil penelitian ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet gas sejak pertamakali Giovanni Cassini berhasil mendapati bintik merah planet Jupiter, pada 350 tahun lalu.

Saat ini di kalangan ilmuwan sendiri tampak muncul konsensus bahwa temuan Karkoschka memang akurat. Menurut Craig O’Neill, ilmuwan antariksa dari Macquarie University, Australia, temuan Markoschka seputar periode fitur milik atmosfir Neptunus tepat.

“Selain itu, Karkoschka juga menunjukkan bahwa di kawasan kutub, kecepatan angin lebih rendah dibanding di khatulistiwa,” ucap O’Neill. “Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana caranya itu bisa terjadi,” ucapnya.
Read More... Share

Jepang Temukan Mineral Baru Untuk iPad

Peneliti Jepang telah menemukan sejumlah mineral "langka", yang dapat digunakan untuk membuat produk  elektronik. Mineral nadir bumi (rare earth) itu antara lain untuk digunakan dalam pembuatan telepon pintar (smartphones), komputer tablet semacam iPad, dan televisi layar datar.
Read More... Share

Sabtu, 02 Juli 2011

Tokobagus Sediakan Akses Lewat BlackBerry

Tokobagus.com akhirnya meluncurkan aplikasi yang memungkinkan pengguna BlackBerry mengakses situs itu lewat ponsel BlackBerry mereka. Layanan itu, menurut Arnold Sebastian Egg, pimpinan Tokobagus.com, juga bertujuan untuk menjangkau lebih banyak user.
Read More... Share

Minggu, 26 Juni 2011

Inggris Siap Bangun 8 Reaktor Nuklir


 Pemerintah Inggris melanjutkan rencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Inggris telah mengonfirmasikan 8 nama-nama daerah yang akan menjadi tempat didirikannya reaktor masa depan tersebut.
Read More... Share

Rabu, 15 Juni 2011

Inilah Raksasa-Raksasa Jejaring Sosial Dunia


Tak berlebihan bila abad ini disebut sebagai abad new media, sedangkan generasi muda masa kini disebut sebagai generasi milenium yang tak dapat dilepaskan dari new media tersebut.
Peran new media merambah ke berbagai sektor kehidupan, bahkan sedikit banyak mulai menggusur peran media konvensional. Format new media pun merembet ke pertemanan sosial. Situs jejaring sosial menjamur di berbagai belahan dunia. Inilah tujuh situs jejaring sosial terbesar di dunia.
Read More... Share

Selasa, 14 Juni 2011

Biji Asam Bisa Pulihkan Syaraf yang Rusak

Peneliti menemukan biomaterial pada biji asam. Bisa membantu pertumbuhan syaraf rusak.

VIVAnews – Para peneliti dari Monash University, Australia menemukan sebuah biomaterial baru pada biji asam yang bisa menumbuhkan kembali syaraf yang rusak pada otak dan tulang belakang. Ke depan, penemuan ini diharapkan dapat merevolusi pengobatan syaraf yang yang rusak akibat cidera dan penyakit, seperti parkinson.


Andrew Rodda, ilmuan yang tergabung dalam Monash Material Engineering meneliti xyloglucan, senyawa yang berasal dari tanaman asam. Dalam tanaman, xyloglucan berperan penting untuk menghubungkan sel yang satu dengan lainnya. Sementara itu, Andrew Rodda, telah mengkaji khasiat biomaterial ini pada hewan yang menderita kerusakan sel syaraf.


Senyawa yang diteliti Rodda ini dapat disuntikkan dalam bentuk cairan ke bagian tubuh yang terluka. Secara perlahan, senyawa itu berubah menjadi gel ketika suhunya sama dengan suhu badan. Setelah mencapai sasaran, gel ini bertindak sebagai struktur pendukung melalui sel-sel sehat yang dapat bermigrasi serta bisa melekat ke sistem saraf.


Rodda mengatakan, selama ini terdapat kekurangan dalam proses penyembuhan syaraf yang rusak. Menurut dia, dalam metode penyembuhan selama ini, syaraf tidak bisa tumbuh kembali karena racun yang ditinggalkan bekas syaraf yang mati.


"Sel saraf itu sensitif, dan hanya akan tumbuh di lingkungan yang paling mendukung," kata Rodda sebagaimana dilansir medindia.net.


"Setelah cidera, sel-sel baru biasanya tidak dapat menembus ke dalam ruang kosong setelah kematian massal sel. Rumpun sel di pinggirnya, membentuk penghalang yang tidak bisa ditembus. Ini meninggalkan pusat luka, yang mengandung bahan kimia yang dapat membunuh saraf yang akan tumbuh."


Menurut Rodda, senyawa ini bekerja dengan menyediakan tangga-tangga sementara, di mana sel-sel baru dapat tumbuh dan menembus bekas luka.
Secara signifikan, sel penolong yang disebut astrocit akan bergerak menuju gel yang disuntikkan. Sel-sel ini kemudian mensekresikan bahan kimia bermanfaat, yang mungkin membantu menciptakan lingkungan di mana sel-sel saraf yang halus bisa bertahan.


Studi yang dilakukan Rodda ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong regenerasi syaraf di otak dan sumsum tulang belakang. Ini didasarkan pada pekerjaan sebelumnya di Monash University untuk memahami dan mengontrol pertumbuhan saraf menggunakan biomaterial.
• VIVAnews
Read More... Share

Langganan Artiker

isi emal anda:

Delivered by FeedBurner

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Mobil Bekas
Wirausaha
 

Profil

Foto Saya
ASPAGEL
manokwari, Papua-Barat, Indonesia
kami anak ASTING BLOG 2, kami selalu mw menjadi YG terbaik dari YG terbaik kalau bukan KITONG siapa lagi.. kalau bukan SEKARANG kapan lagi
Lihat profil lengkapku

Followers